Home » , , , » SOP Tranfusi Darah

SOP Tranfusi Darah

Transfusi darah atau produk pada penggunaannya sama dengan penggunaan pemberian bahan pengobatan melalui darah (misal antibiotik). Terdapat resiko khusus tambahan bagi pasien yang menerima transfusi. Contohnya, karena resiko potensial bagi pasien yang menerima transfusi darah terkena infeksi serius (HBV, HCV atau HIV). Petugas yang bekerja pada bank darah dan pelayanan transfusi juga mempunyai resiko terkena luka (misalnya jarum suntik) atau terkena kontaminasi darah atau produk darah.

SOP Tranfusi Darah
Transpusi
Tujuan :
  • Mencegah terjadinya luka atau kontaminasi darah atau produk darah pada petugas yang bekerja pada bank darah dan pelayanan transfusi.
  • Mencegah penyebaran infeksi terhadap pasien yang menerima transfusi darah.

Indikasi :

  • Setiap petugas bank darah dan pelayanan transfusi yang akan menjalankan tugas
  • Pasien perdarahan dan anemia kronik

Prosedur :

Penapisan Donor
1. Anamnesa calon pendonor mengenai riwayat kesehatannya
2. Melakukan pemeriksaan fisik terbatas (denyut nadi, tekanan darah, jantung, paru-paru dengan menggunakan stetoskop)
3. Memeriksa hemoglobin dan hematokrit
4. Syarat umum : usia minimal 17 tahun, berada dalam kondisi baik, tidak mengidap anemia parah ( Hb>11 g/dl atau Ht>33 %), dan tidak terinfeksi (pembawa atau secara positif) oleh HBV (jika tidak divaksinkan), HCV, atau HIV/AIDS.

Penulis : Rahasia

Terimakasih telah membuka site ini semoga bermamfaat bagi kita semua dan kami mohon apabila ada yang keliru mohon dibenarkan dengan berkomentar. Terimakasih.

Lebih Dekat: Facebook Aku | Twitter Aku | Google Plus Aku :: Thank you ::

0 komentar:

Posting Komentar