Home » , » Memelihara Organ Intim Wanita Secara Teratur

Memelihara Organ Intim Wanita Secara Teratur

Wanita merupakan mahluk yang istimewa yang tuhan telah ciptakan dimuka bumi ini yang ditakdirkan untuk mendampingi lelaki, Begitu hebatnya seorang wanita dia diberi perbedaan dengan lelaki dari segi fisik sehingga tanggung jawabnya sebagai wanita juga berbeda dengan lelakoi.

Wanita dan Lelaki secara fisik jelas berbeda dan itu terlihat jelas, salah satu perbedaannya adalah di bagian organ intimnya. Organ intim lelaki disebut Penis sedangkan organ intim wanita disebut Vagina yang ternyata cara perawatannya pula jelas berbeda.
Memelihara Organ Intim Wanita Secara Teratur
Memelihara Organ Intim Wanita Secara Teratur
Bagian organ intim pada wanita harus jauh lebih diperhatikan perawatannya dibanding dengan lelaki, ini terlihat dari penelitian kedokteran yang membuktikan bahwa sebab wanita terkena kanker serviks atau sering ada yang menyebut dengan kanker mulut rahim adalah sejenis kanker yang tumbuh pada saluran kelamin wanita yang tumbuh di mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas kelamin, dan yang lebih mengerikan lagi kanker serviks bisa terinfeksi oleh virus HIV.
Perkembangan infeksi atau pertumbuhan dari virus kanker serviks ini antara 10-20 tahun lamanya, sehingga sangat sulit untuk terdeteksi secara dini.

Oleh sebab itu mulai dari sekarang seorang wanita harus lebih memperhatikan perawatan dibagian intimnya berikut tips memelihara dan menjaga agar organ intim pada wanita dapat terhindar dari penyakit :

  1. Kenakan celana dalam berbahan katun, khususnya saat aktif bergerak atau beraktivitas di luar ruangan dan berpanas-panasan apalagi bagi wanita yang aktif olahraga. Katun mudah menyerap keringat dan kelembaban, sekaligus baik untuk sirkulasi udara.
  2. Saat menstruasi, ganti pembalut setiap 4 hingga 8 jam sehari, tergantung banyaknya darah haid yang keluar.
  3. Hanya gunakan pembalut atau panty liner yang tidak diberi pewangi, karena wewangian bisa menimbulkan reaksi alergi pada orang tertentu.
  4. Sebagian wanita mungkin merasa aroma organ intim kurang sedap. Tapi vagina memang memiliki bau yang khas, dan itu bisa berbeda pada setiap wanita. Selama aromanya tidak terlalu menyengat, Anda tidak perlu khawatir. Jadi sebaiknya hindari spray atau pembersih khusus kewanitaan jika tidak terlalu diperlukan.
  5. Hindari memakai celana atau busana yang terlalu ketat di area bikini, karena bisa menekan vagina dan membuatnya lembab. Jangan terlalu sering mengenakan pakaian berbahan sintetis yang menempel langsung pada kulit saat dipakai (stocking, legging, skinny pants).
  6. Sehabis berenang atau olahraga, segera ganti pakaian dan celana dalam secepat mungkin. Ingat, area organ intim sangat rentan pada kelembaban. Membiarkan pakaian basah menempel terlalu lama pada tubuh akan memicu pertumbuhan bakteri merugikan.
  7.  Setelah buang air kecil, basuh organ intim dengan sedikit air, dan keringkan dengan mengusap lembut menggunakan tisue. Usap dari dekat anus mengarah ke depan. Cara ini akan mencegah kotoran atau bakteri menempel lagi pada organ intim.
  8. Vagina memiliki kemampuan membersihkan sendiri. Jadi tidak direkomendasikan membersihkan vagina dengan douching (obat semprot air) karena bisa mengganggu keseimbangan ph pada vagina. Penggunaan douche justru bisa meningkatkan risiko iritasi.
 Demikianlah cara Memelihara Organ intim wanita secara teratur  sedikit info dan berbagi pengetahuan tentang kesehatan semoga bermamfaat untuk semua terutama bagi wanita-wanita yang memiliki masalah pada bagian kewanitaannya.

Penulis : Rahasia

Terimakasih telah membuka site ini semoga bermamfaat bagi kita semua dan kami mohon apabila ada yang keliru mohon dibenarkan dengan berkomentar. Terimakasih.

Lebih Dekat: Facebook Aku | Twitter Aku | Google Plus Aku :: Thank you ::

15 komentar:

  1. Thanks for your information..
    Amazing and so helpful!

    Visit : Putihkan Kulit Anda dalam 5 Menit

    BalasHapus
    Balasan
  2. Some individuals find a way to sidestep less difficult distressing activities, but some a lot more louis vuitton replica sale people are receiving despondent and also permit these kinds of activities to be able to haunt these quite a while. The ultimate way to handle despression symptoms is always to consider really. Carry out just like Herm Albright mentioned: "A optimistic frame of mind may well not fix your entire issues, nonetheless it can annoy adequate fake louis vuitton outlet to produce that well worth the time and effort. "; -). Pondering badly of a difficulty would certainly simply intensify the situation – or perhaps no less than the method that you see it. You need to consider: "This could be the difficulty. Just what exactly? Sunshine can go up once more fake louis vuitton sale morning hours, in any case. " There exists a treatment for each difficulty, the one you have integrated. Sulking in regards to the difficulty won’t carry out a bit of good. Sadly, its not all folks believe approach. That is any time despression symptoms displays it’s unpleasant confront. An individual commence pondering "I’m the particular unluckiest particular person still living. No-one will there be once i will need aid. It’s far better perish as compared to experience this all unpleasant life…"Do you imagine in this way? In that case, you should search for a fake chanel bags to be able to require aid. Different medications can assist you handle despression symptoms. Nonetheless, these kinds of drugs handle not necessarily the specific reason behind despression symptoms, nevertheless the signs. Full restoration is on your own palms, yet largely on your own capacity undertake a fake chanel bags view inside living. Needless to say that is significantly easier said than done.

    BalasHapus
  3. terimakasih banyak untuk pembahasannya ini sangat membantu

    http://herbalkuacemaxs.com/pengobatan-herbal-kanker-serviks/

    BalasHapus
  4. terima kasih.. sangat bermanfaat sekali ini intuk kesehatan...
    Tips Kesehatan dan Kecantikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ulwi jaya Manakah Yang Kamu Baca??

      Hapus